Selasa, 31 Maret 2015

PROFIL SEKOLAH
Sekolah Kristen Kalam Kudus Pekanbaru telah mendidik para generasi muda sejak tahun 1969. Sekolah Kristen Kalam Kudus Pekanbaru merupakan sebuah lembaga pendidikan untuk anak usia 3-18 tahun mulai dari tingkat KB, TK, SD, SMP dan SMA dengan lingkungan belajar yang kondusif serta dilengkapi dengan berbagai sarana penunjang yang memadai.
Salah satu misi dari Sekolah Kristen Kalam Kudus adalah untuk memberikan pengetahuan yang berkualitas sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Setiap program dan kegiatan yang ada – dirancang untuk memotivasi, mengakomodasi dan memfasilitasi para siswa. Di Sekolah Kristen Kalam Kudus, kami tidak hanya sekedar mendidik secara akademis, tetapi lebih dari itu, tujuan utama dari Sekolah Kristen Kalam Kudus adalah untuk memperlengkapi para siswa dengan berbagai keterampilan hidup agar para siswa menjadi pribadi yang utuh, cerdas, mandiri dan berkarakter.
SEJARAH
Keberadaan Sekolah Kristen Kalam Kudus Pekanbaru tidak terlepas dari keberadaan Gereja Kristen Kalam Kudus. Sekolah Kristen Kalam Kudus merupakan salah satu wujud nyata dari pelaksanaan misi Gereja Kristen Kalam Kudus, yaitu memberitakan Injil Yesus Kristus kepada semua orang.
Cikal bakal berdirinya Sekolah Kristen Kalam Kudus di Pekanbaru pertama sekali di awali dengan berdirinya TK Kristen Kalam Kudus pada bulan Juli tahun 1979 dengan siswa sejumlah 69 anak. Kelompok Bermain Kristen Kalam Kudus mulai dibuka pada tahun 1990 dengan siswa jumlah 11 anak. Hingga sekarang keberadaan KB Kristen Kalam Kudus menyatu dengan TK Kristen Kalam Kudus.
SD Kristen Kalam Kudus berdiri pada tanggal 1 Januari tahun 1970 dan menerima murid baru sekitar 140 murid untuk kelas I sampai kelas IV. SD Kristen Kalam Kudus pada waktu itu teletak di Jalan Tangkuban Perahu Gg. Jaya No.20 (sekarang Gereja Kristen Kalam Kudus) dengan luas tanah hanya sekitar 900m2.
Pada pertengahan tahun 1974 keluar instruksi KOWILHAN I Sumatera/Kalbar yang isinya agar dilakukan pembauran di lingkungan sekolah. Sekolah-sekolah yang mayoritasnya warga keturunan harus diadakan pembauran dengan presentasi 60% murid pribumi dan 40% murid non pribumi. Bagi sekolah-sekolah yang tidak mengindahkan instruksi tersebut akan terancam ditutup. Hal ini merupakan salah satu tantangan yang cukup besar bagi Sekolah Kristen Kalam Kudus Pekanbaru yang pada waktu itu memiliki murid mayoritas warga keturunan. Hal yang paling sulit adalah ketika pihak sekolah harus memutuskan siapa yang tinggal dan siapa yang harus dipindahkan. Pada masa-masa seperti ini, berbagai upaya (termasuk promosi dan kegiatan) kemudian dilakukan untuk mempertahankan Sekolah Kristen Kalam Kudus Pekanbaru.
Kemudian pada tahun 1975, murid-murid yang dipindahkan ke SD Negeri bisa kembali ke SD Kalam Kudus dengan syarat harus membawa satu orang murid pribumi, sehingga jumlah siswa non dan pribumi menjadi berimbang. Akhirnya, pemerintah memberi isyarat bahwa sekolah dapat kembali beroperasi. Dan pada tahun 1976 dibangun gedung sekolah yang baru, yang berlokasi di Jalan Lokomotif No.118 (Gedung Sekolah yang Sekarang).

VISI&MISI
Visi SKKK
Terbangunnya manusia utuh yang takut akan TUHAN, mandiri dan berguna bagi dunia (Efesus 2:19-20, I Korintus 9:19, Amsal 1:7a)
Misi SKKK
1. Mengajak peserta didik untuk memiliki hati yang takut akan TUHAN
2. Membimbing peserta didik supaya mengasihi sesama manusia dan menghargai lingkungan alam ciptaan TUHAN
3. Membina peserta didik bertumbuh menjadi manusia yang sehat mental, berbudi pekerti luhur dan bertanggung jawab sesuai nilai kebenaran
4. Memberikan pengetahuan yang berkualitas kepada peserta didik sesuai tuntutan perkembangan zaman
5. Melengkapi peserta didik dengan keterampilan yang berkualitas sesuai kebutuhan dan potensi untuk mengembangkan dirinya
6. Memberdayakan semua yang berkepentingan (stakeholder) untuk menjadi insan pendidikan

PROGRAM&KURIKULUM
Pendidikan usia dini tidak semata-mata bertujuan agar anak-anak mampu belajar membaca, menulis dan berhitung, seperti A, B, C atau 1, 2, 3. Tujuan akhir dari pendidikan usia dini yang paling utama adalah mengupayakan agar anak menjadi pribadi yang mandiri, suka belajar dan menyenangi belajar sepanjang hidupnya. Menyadari pentingnya menciptakan kencintaan anak terhadap belajar sejak dini, maka 5 tahun terakhir ini YKKI telah merancang dan mengembangkan kurikulum i-learning yang dirancang secara berkesinambungan, mulai dari tingkat Playgorup dan TK, SD, SMP dan SMA.
Kurikulum i-Learning dirancang khusus oleh YKKI untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada pada diri anak. Anak memiliki kebebasan untuk bereksperimen, memenuhi hasrat ingin tahu mereka dan berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitar.
I-learning merupakan program yang berfokus pada anak dengan mengintegrasikan beberapa metode pembelajaran, yaitu: Montessori, Neuro-Based Learning, Mutiple Intelligences, Integrated Movement and Children Church. Kurikulum i-Learning terstuktur dari hal sederhana ke kompleks, dari yang mudah ke sulit, konkret ke abstrak. Mengutamakan perkembangan anak dengan pendekatan “child-centre”. Berkonsentrasi pada pekembangan anak seutuhnya: pengetahuan, jasmani, emosional, sosial dan spiritual. Mengembangkan kreativitas anak melalui beragam pendekatan.
Pengalaman belajar konkret merupakan tahap paling dasar dalam pembentukan konsep berpikir seorang anak, dari hal-hal yang konkret anak belajar untuk mengenali diri dan ligkungannya, kemudian secara bertahap memahami konsep-konsep pemikiran secara abstrak.Pembelajaran terintrgrasi akan memberikan suatu konsep pemahaman secara utuh kepada anak, yang akan mendorong anak untuk memiliki pemikiran-pemikiran yang luas, kreatif dan inovatif. Belajar melihat masalah tidak hanya dari satu sisi saja, tetapi dari berbagai sisi. Dalam i-Learning, anak sebagai subjek pembelajaran dan guru sebagai fasilitator.

Pembentukkan karakter adalah program khusus yang bertujuan untuk membekali anak dengan berbagai keterampilan hidup, bagaimana bersikap dan bertindak dalam mengatasi persoalan hidup sehari-hari serta memiliki mental dan karakter kristiani sebagai dasar hidupnya. Melalui program pembiasaan, drilling, sajak, lagu dan cerita firman TUHAN untuk menghasilkan profil siswa yang berintegritas. Sekolah menyediakan sarana multimedia, audio, serta sarana penunjang lainnya agar proses belajar dapat berlangsung dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar