PROFIL
SEKOLAH
Sekolah Kristen Kalam Kudus Pekanbaru telah mendidik para generasi
muda sejak tahun 1969. Sekolah Kristen Kalam Kudus Pekanbaru merupakan sebuah
lembaga pendidikan untuk anak usia 3-18 tahun mulai dari tingkat KB, TK, SD,
SMP dan SMA dengan lingkungan belajar yang kondusif serta dilengkapi dengan
berbagai sarana penunjang yang memadai.
Salah satu misi dari Sekolah Kristen Kalam Kudus adalah untuk
memberikan pengetahuan yang berkualitas sesuai dengan tuntutan perkembangan
zaman. Setiap program dan kegiatan yang ada – dirancang untuk memotivasi,
mengakomodasi dan memfasilitasi para siswa. Di Sekolah Kristen Kalam Kudus,
kami tidak hanya sekedar mendidik secara akademis, tetapi lebih dari itu,
tujuan utama dari Sekolah Kristen Kalam Kudus adalah untuk memperlengkapi para
siswa dengan berbagai keterampilan hidup agar para siswa menjadi pribadi yang
utuh, cerdas, mandiri dan berkarakter.
SEJARAH
Keberadaan Sekolah Kristen Kalam Kudus
Pekanbaru tidak terlepas dari keberadaan Gereja Kristen Kalam Kudus. Sekolah
Kristen Kalam Kudus merupakan salah satu wujud nyata dari pelaksanaan misi
Gereja Kristen Kalam Kudus, yaitu memberitakan Injil Yesus Kristus kepada semua
orang.
Cikal bakal berdirinya Sekolah Kristen
Kalam Kudus di Pekanbaru pertama sekali di awali dengan berdirinya TK Kristen
Kalam Kudus pada bulan Juli tahun 1979 dengan siswa sejumlah 69 anak. Kelompok
Bermain Kristen Kalam Kudus mulai dibuka pada tahun 1990 dengan siswa jumlah 11
anak. Hingga sekarang keberadaan KB Kristen Kalam Kudus menyatu dengan TK
Kristen Kalam Kudus.
SD Kristen Kalam Kudus berdiri pada tanggal
1 Januari tahun 1970 dan menerima murid baru sekitar 140 murid untuk kelas I
sampai kelas IV. SD Kristen Kalam Kudus pada waktu itu teletak di Jalan
Tangkuban Perahu Gg. Jaya No.20 (sekarang Gereja Kristen Kalam Kudus) dengan
luas tanah hanya sekitar 900m2.
Pada pertengahan tahun 1974 keluar
instruksi KOWILHAN I Sumatera/Kalbar yang isinya agar dilakukan pembauran di
lingkungan sekolah. Sekolah-sekolah yang mayoritasnya warga keturunan harus
diadakan pembauran dengan presentasi 60% murid pribumi dan 40% murid non
pribumi. Bagi sekolah-sekolah yang tidak mengindahkan instruksi tersebut akan
terancam ditutup. Hal ini merupakan salah satu tantangan yang cukup besar bagi
Sekolah Kristen Kalam Kudus Pekanbaru yang pada waktu itu memiliki murid
mayoritas warga keturunan. Hal yang paling sulit adalah ketika pihak sekolah
harus memutuskan siapa yang tinggal dan siapa yang harus dipindahkan. Pada
masa-masa seperti ini, berbagai upaya (termasuk promosi dan kegiatan) kemudian
dilakukan untuk mempertahankan Sekolah Kristen Kalam Kudus Pekanbaru.
Kemudian pada tahun 1975, murid-murid yang
dipindahkan ke SD Negeri bisa kembali ke SD Kalam Kudus dengan syarat harus
membawa satu orang murid pribumi, sehingga jumlah siswa non dan pribumi menjadi
berimbang. Akhirnya, pemerintah memberi isyarat bahwa sekolah dapat kembali
beroperasi. Dan pada tahun 1976 dibangun gedung sekolah yang baru, yang
berlokasi di Jalan Lokomotif No.118 (Gedung Sekolah yang Sekarang).
VISI&MISI
Visi SKKK
Terbangunnya manusia utuh yang takut akan TUHAN, mandiri dan
berguna bagi dunia (Efesus 2:19-20, I Korintus 9:19, Amsal 1:7a)
Misi SKKK
1. Mengajak peserta didik untuk memiliki hati yang takut akan
TUHAN
2. Membimbing peserta didik supaya mengasihi sesama manusia dan
menghargai lingkungan alam ciptaan TUHAN
3. Membina peserta didik bertumbuh menjadi manusia yang sehat
mental, berbudi pekerti luhur dan bertanggung jawab sesuai nilai kebenaran
4. Memberikan pengetahuan yang berkualitas kepada peserta didik
sesuai tuntutan perkembangan zaman
5. Melengkapi peserta didik dengan keterampilan yang berkualitas
sesuai kebutuhan dan potensi untuk mengembangkan dirinya
6. Memberdayakan semua yang berkepentingan (stakeholder)
untuk menjadi insan pendidikan
PROGRAM&KURIKULUM
Pendidikan usia dini tidak semata-mata
bertujuan agar anak-anak mampu belajar membaca, menulis dan berhitung, seperti
A, B, C atau 1, 2, 3. Tujuan akhir dari pendidikan usia dini yang paling utama
adalah mengupayakan agar anak menjadi pribadi yang mandiri, suka belajar dan
menyenangi belajar sepanjang hidupnya. Menyadari pentingnya menciptakan
kencintaan anak terhadap belajar sejak dini, maka 5 tahun terakhir ini YKKI
telah merancang dan mengembangkan kurikulum i-learning yang dirancang secara
berkesinambungan, mulai dari tingkat Playgorup dan TK, SD, SMP dan SMA.
Kurikulum i-Learning dirancang khusus oleh
YKKI untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada pada diri anak. Anak memiliki
kebebasan untuk bereksperimen, memenuhi hasrat ingin tahu mereka dan
berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitar.
I-learning
merupakan program yang berfokus pada anak dengan mengintegrasikan beberapa
metode pembelajaran, yaitu: Montessori, Neuro-Based Learning, Mutiple
Intelligences, Integrated Movement and Children Church. Kurikulum i-Learning
terstuktur dari hal sederhana ke kompleks, dari yang mudah ke sulit, konkret ke
abstrak. Mengutamakan perkembangan anak dengan pendekatan “child-centre”.
Berkonsentrasi pada pekembangan anak seutuhnya: pengetahuan, jasmani,
emosional, sosial dan spiritual. Mengembangkan kreativitas anak melalui beragam
pendekatan.
Pengalaman
belajar konkret merupakan tahap paling dasar dalam pembentukan konsep berpikir
seorang anak, dari hal-hal yang konkret anak belajar untuk mengenali diri dan
ligkungannya, kemudian secara bertahap memahami konsep-konsep pemikiran secara
abstrak.Pembelajaran terintrgrasi akan memberikan suatu konsep pemahaman secara
utuh kepada anak, yang akan mendorong anak untuk memiliki pemikiran-pemikiran
yang luas, kreatif dan inovatif. Belajar melihat masalah tidak hanya dari satu
sisi saja, tetapi dari berbagai sisi. Dalam i-Learning, anak sebagai subjek
pembelajaran dan guru sebagai fasilitator.
Pembentukkan
karakter adalah program khusus yang bertujuan untuk membekali anak dengan
berbagai keterampilan hidup, bagaimana bersikap dan bertindak dalam mengatasi
persoalan hidup sehari-hari serta memiliki mental dan karakter kristiani
sebagai dasar hidupnya. Melalui program pembiasaan, drilling, sajak, lagu dan
cerita firman TUHAN untuk menghasilkan profil siswa yang berintegritas. Sekolah
menyediakan sarana multimedia, audio, serta sarana penunjang lainnya agar
proses belajar dapat berlangsung dengan baik.